Pemerintah Bubarkan HTI, Ini Komentar GP Ansor

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas meyampaikan paparannya pada Dialog Pencegahan Faham Radikal Terorisme dan ISIS bagi Pemuda Ansor se- Jawa Tengah di Balai Diponegoro, Semarang, Kamis (28/4).
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas | Foto : Republika.co.id
JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menilai bahwa langkah pemerintah dalam membubarkan Ormas Hizbut Tahrir di Indonesia sudah tepat. Selanjutnya, kata dia, pemerintah tinggal membersihkan oknum anti-NKRI yang bersembunyi di birokrasi.

"Langkah pemerintah sudah benar. Kami akan dukung sepenuhnya. Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pembersihan oknum-oknum birokrasi dan aparatur negara dari anasir-anasir HTI dan kelompok anti-NKRI yang lain," ujarnya seperti yang dikutip dari Republika.co.id, Senin (8/5).

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini menuturkan, segala konsekuensi dari pembubaran HTI tersebut ke depannya juga perlu diantisipasi. Karena, lanjutnya, bisa saja ke depannya kalangan mereka mengubah nama dengan yang lain, tapi masih mempunyai tujuan yang sama dengan HTI.

"Penerintah mengantisipasi karena bisa saja mereka akan mengubah nama tapi tujuannya tidak berbeda dengan HTI yang sudah almarhum," ucapnya.

Selain itu, Gus Yaqut juga meminta kepada masyarakat agar mengantisipasi adanya anggota HTI yang masuk ke organisasi yang ada. "Masyarakat juga harus ikut mengantisipasi jika anggota HTI menyublim masuk ke organisasi yang ada dengan membawa agenda-agenda mereka meruntuhkan NKRI dan Pancasila," katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah yang dalam hal ini adalah Kementerian Hukum dan HAM telah memutuskan untuk membubarkan HTI, Senin (8/5) siang. Menurut Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, keputusan ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban bangsa dengan sejumlah pertimbangan.

"Mencermati berbagai pertimbangan serta menyerap aspirasi masyarakat maka pemerintah perlu mengambil langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," kata Wiranto dalam keterangan persnya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (8/5).



Republika.co.id
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates