Selain Ahok, ini Kasus - kasus Penodaan Agama yang Pelakunya Berujung Penjara

foto/google

JAKARTA – Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sejak Selasa 9 Mei 2017 resmi menjadi narapidana kasus penodaan agama. Majelis hakim pengadilan negeri Jakarta Utara memvonisnya dua tahun penjara tanpa masa percobaan.

Terseretnya Ahok ke pengadilan diawali oleh pidatonya di Kepulauan Seribu yang mengungkit-ungkit pemakaian surat Al Maidah 51. Ahok menilai surat tersebut dipakai sebagai alat untuk membodohi rakyat dalam menentukan pemimpin. Akibatnya kalimat itu menyinggung jutaan warga Islam di Indonesia.

Selain Ahok, ini kasus penodaan agama berujung penjara yang pernah terjadi di Tanah Air.

1. Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar)

Kebebasan berorganisasi diatur dalam UUD 1945 Pasal 28 E ayat 3. Bunyinya, setiap warga negara berhak berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) lantas mendeklarasikan berdirinya pada 21 Januari 2012. Ketua perdananya ialah Mahful M Tumanurung. Namun baru seumur jagung berserikat, pemerintah menilai Gafatar sebagai organisasi sesat.

Pasalnya, para pengikut Gafatar percaya bahwa sekarang ini masih zaman jahiliyah. Mereka juga diyakini menganut ajaran Millah Abraham. Sehingga yang namanya salat, puasa dan berzakat dianggap belum saatnya untuk dilakukan. Ajaran ini membuat markas organisasi tersenut diamuk massa. Sejumlah pimpinannya ditangkap. Ormas tersebut juga sudah dibubarkan.

Pada Maret 2017, mantan pemimpin Gafatar Abdussalam alias Ahmad Mushaddeg dan Mahful Muis divonis penjara 5 tahun. Itu merupakan hukum pidana maksimal bagi pelaku penistaan terhadap agama. Mereka terbukti bersalah menista agama Islam.

Seorang lagi tokoh Gafatar bernama Andry Cahya juga mendapat sanksi. Akan tetapi, hukumannya lebih ringan dibandingkan kedua sejawatnya. Andry divonis penjara selama 3 tahun.

2. Lia Eden menista agama Kristen dan Islam

Lia Eden mengaku sebagai mesias atau juru selamat umat nasrani. Dia juga percaya sudah mendapatkan bimbingan khusus dari malaikat Jibril sejak 1997. Lia Eden berhasil mengumpulkan lebih dari 100 jemaat. Ajarannya disebut Salamullah yang menggabungkan antara pemahaman Kristiani dan Muslim.

Ketika dianggap organisasi sesat, organisasi ini menuding balik Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan mengeluarkan UU Jibril. Seperti Ahok, Lia Eden divonis 2 tahun penjara.

3. Arswendo Atmowiloto menomorsebelaskan Nabi Muhammad

Penulis kenamaan Indonesia Arswendo Atmowiloto, rupanya juga pernah mendekam di balik jeruju besi akibat kasus penistaan agama. Saat itu, dia masih menjadi pemimpin redaksi tabloid Monitor.

Arswendo tersangkut pasal pidana penodaan agama karena medianya memuat hasil jajak pendapat tokoh pilihan pembaca. Namanya masuk 10 besar tokoh pembaca. Akan tetapi, Nabi Muhammad justru satu peringkat lebih populer di bawah dirinya. Hal ini memicu kemarahan umat Islam. Arswendo pun dibui 5 tahun penjara.

4. Rusgiani menista agama Hindu

Ada lagi seorang ibu rumah tangga yang ditahan selama 14 bulan karena dianggap menghina agama Hindu. Dia adalah Rusgiani, penganut Kristen dari Bali. Dia dijebloskan ke penjara pada 2012 karena menyebut canang atau tempat meletakkan sesajen sebagai ritual yang najis.


Wol.
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates