theguardian : Pengadilan di Indonesia telah membuka pintu ketakutan dan ekstremisme religius

Governor Basuki Tjahaja Purnama, popularly known as Ahok, arrives in court for the verdict and sentencing in his blasphemy trial.
foto/google

Jakarta - Putusan hakim Terhadap gubernur jakarta Non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menuai banyak kontroversi, salah satu nya ialah Andreas Harson seorang peneliti senior Human Rights Watch yang seperti dimuat di media internasional Theguardian.

dalam tulisan tersebut Andreas Harson Mengatakan bahwa Penahanan Ahok merupakan pukulan besar bagi presiden. karena menurut nya ahok merupakan sekutunya presiden Joko Widodo dan mereka adalah tim idaman.

"Ahok’s imprisonment is a big blow for the president". ujarnya

"Putusan tersebut mewarnai masa depan yang menakutkan bagi Muslim moderat dan non-Muslim yang percaya pada masyarakat pluralis di Indonesia. Non-Muslim akan berpikir dua kali sebelum memberi komentar di depan umum atau di media sosial tentang keragaman dan pluralisme. Di luar pejabat terpilih, pegawai negeri dan eksekutif perusahaan milik negara mungkin berada di urutan berikutnya" sambungnya di media yang  mengambil judul "Indonesia's courts have opened the door to fear and religious extremism"  itu.

selain itu juga mengatakan "Pengadilan Jakarta yang menghukum gubernur Basuki "Ahok" Purnama dua tahun penjara karena penghujatan terhadap Islam telah mengirim pesan mengerikan kepada non-Muslim di Indonesia. Bagaimana bisa kebebasan beragama menurun perlahan di Indonesia? Dan bagaimana bisa politik Islam membentuk negara ini?

"he Jakarta court that sentenced governor Basuki “Ahok” Purnama to two years’ imprisonment for blasphemy against Islam has sent a chilling message to non-Muslims in Indonesia. How could religious freedom slowly decline in Indonesia? And how could political Islam shape the country?"

Jika seseorang yang kuat dan dulu populer seperti Ahok bisa dipenjara karena menghujat, siapa selanjutnya? tanya nya di akhir tulisan tersebut.

"If someone powerful and once popular like Ahok could be jailed for blasphemy, who is next?"

(BS)
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates