"Bos Besar" di Balik Renovasi Mesjid Raya Baiturahman

Mahyuddin Usman (Sekjen DEMA UIN AR-Raniry |Foto : Ist

Banda Aceh -  Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh berharap BPK dan KPK terus memantau dan mencari para Mafia Keuangan Di Aceh khususnya pada Mega Proyek Renovasi Mesjid Raya Baiturrahman. Pasalnya dibalik Renovasi Mesjid yang menjadi kebanggaan orang Aceh itu terbukti adanya kejanggalan-kejanggalan aneh.

Tak tanggung-tanggung dalam proyek renovasi besar-besaran ini, pemerintah mengucurkan dana yg tidak sedikit diikuti dengan penambahan-penambahan dana yang lumayan besar untuk mempercantik mesjid bersejarah ini.

Seperti yang dikatakan Mahyuddin Usman bahwa  adanya  Penyelempengan dana pada mega proyek tersebut

"Yang pada akhirnya juga sangat kita sayangkan, baru baru ini BPK menemukan adanya penyelempengan dana pada proyek yang super besar dan cepat tersebut". ujar sekjen DEMA UIN AR-Raniry ini.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa Penambahan Dana untuk mega proyek tersebut tidak sesuai ada dalam RAPBA.

"Kita ketahui bersama baru-baru ini atas pengakuan salah satu Pimpinan DPR Aceh, dalam proses penambahan dana tersebut ternyata tidak ada konfirmasi kepada DPR Aceh, sehingga tidak sesuai dalam RAPBA Aceh. Legislatif sebagai lembaga pengawasan justeru tidak dilibatkan, tak tahu menahu tentang penambahan dana tersebut" jelasnya.

Kemudian Usman, dalam rilis yang dikirim ke RoketNews.com mengatakan mudah mudahan pemerintah tidak ada yang "bermain" dalam hal ini.

"Kita tidak tahu, apakah si pemegang kekuasaan dalam hal ini pemerintah ikut juga menerima manfaat atas kong kali kong dalam permainan ini, Sungguh miris". sambungnya

Tambahnya lagi, "hal ini akan menjadi bahan diskusi kami selaku Mahasiswa Agent Of Change, untuk terus mengadvokasi permasalahan ini ke permukaaan. Kita akan terus mengawasi dan mengajak seluruh elemen Mahasiswa untuk mengambil sikap atas persoalan ini, walaupun masa Gubernur tinggal beberapa hari lagi, tapi beliau selaku pemangku Jabatan kekuasaan tertinggi di Aceh juga ikut bertanggungjawab atas persoalan ini".

"Sangat kita sayangkan jika nanti ternyata ada BOS BESAR di balik Mega Proyek Mesjid Baiturrahman. Dan mungkin Saja hal ini tidak hanya pada Mega Proyek Baiturrahman, masih banyak Proyek Besar seperti pembagunan Fly Over Simpang surabaya dan lainnya".tutupnya.


Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates