Erdogan: Pengucilan Qatar Bertentangan dengan Nilai-nilai Islam

Presiden Recep Tayyip Erdogan (Foto: REUTERS/Osman Orsal)

Ankara - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam pengucilan Qatar sebagai "tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam". Menurut Erdogan, metode yang digunakan terhadap negara Teluk itu tak bisa diterima.

Pembelaan Erdogan terhadap Qatar tersebut disampaikan dalam pidato parlemennya untuk para anggota partai berkuasanya, Partai AK, hari ini. Pembelaan disampaikan setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pekan lalu. Negara-negara tersebut, ditambah Libya, Yaman, Maladewa, Mauritania, menuding Qatar mendukung kelompok-kelompok militan. Tuduhan ini telah dibantah oleh pemerintah Qatar.

"Sebuah kesalahan yang sangat besar sedang dilakukan menyangkut Qatar, mengucilkan sebuah negara di semua bidang adalah tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Itu seakan putusan hukuman mati telah dijatuhkan untuk Qatar," ujar Erdogan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (13/6/2017).

"Qatar telah menunjukkan sikap paling tegas terhadap organisasi teroris ISIS bersama Turki. Memperdaya Qatar melalui kampanye buruk tak ada gunanya," imbuh pemimpin Turki itu.

Erdogan mengatakan, dirinya akan melakukan conference call dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani untuk membahas perkembangan terbaru.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan, Erdogan juga akan membahas krisis Qatar ini dengan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari mendatang. Erdogan telah bertekad untuk terus mendukung Qatar di tengah pengucilan negara-negara Teluk Arab, dan mengatakan krisis Qatar ini harus diselesaikan sebelum berakhirnya bulan suci Ramadan. 


|detik.com 
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates