Mantan Gubernur BEM FH UNMUHA : penghargaan Untuk Gubernur Doto Tidak Layak Diberikan

Muhammad Munzir SH (Mantan Gubernur BEM FH Unmuha) | foto : Dok. 
Banda Aceh - Terkait pemberitaan mengenai pemberian penghargaan terhadap Gubernur abu doto oleh BEM se-Aceh, Mantan Ketua BEM Hukum Unmuha Muhammad Munzir mempertanyakan sikap BEM Unsyiah

"Saya sangat menyayangkan ini terjadi, logisnya BEM Se-Aceh secara perwakilan pd tiap kampus harus terlibat untuk ini, secara logika ini tidak dapat diterima begitu saja kalau hanya dengan BEM Unsyiah saja sudah mengatasnamakan BEM Se Aceh" ucap Munzir yang juga aktif di Pemuda Muhammadiyah Banda Aceh.

Menurutnya pemberian penghargaan tersebut sangat keliru dan bertolak belakang dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat aceh saat ini.

"Masih banyak program-program yang belum terealisasikan dengan semestinya, selama ini diakhir masa kerja Pemerintah Aceh ketika Zaini Abdullah masih menjabat sebagai Gubernur Aceh banyak hal yang harus dievaluasi dan diperbaiki kedepan dan ini masih perlu di telusuri lebih lanjut. Seharusnya BEM Se Aceh jangan latah secepatnya memberi semacam penghargaan seperti itu, apalagi dengan pencatutan nama BEM Se Aceh tersebut bisa merusak Independensi Mahasiswa selaku Agent Of Change."ujarnya

Lanjutnya lagi, "BEM Se-Aceh bukan halnya seperti OSIS yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler. Apalagi umumnya lembaga mahasiswa tidak mempunyai pos anggaran tersendiri untuk memberikan semacam penghargaan tersebut bila tidak".

Dalam kesempatan itu juga Muhammad Munzir mengecam tindakan tersebut.

"ini merupakan ada yang menukangi pencitraan untuk Doto Zaini di sela sela akhir masa jabatannya. Aceh dalam kepemimpinan zikir masih jauh dari harapan serta capaian seperti apa yang di paparkan dalam visi misi ZIKIR, pasca pertarungan demokrasi periode silam. Seharusnya juga pemberian penghargaan ini sangat tidak perlu diberikan apalagi dipaksakan. terlebih disaat Audit BPK RI,terhadap berbagai persoalan APBA Aceh yang baru baru ini terdengar bermasalah"imbuhnya

Kemudian Muhammad Munzir juga mengatakan bahwa penyerahan penghargaan yang di berikan oleh salah satu Bem Unsyiah itu sungguh sangat menciderai independesi mahasiswa, seolah-olah pemberian penghargaan tersebut pada kepemimpinan Zaini Abdullah telah begitu sukses membangun Aceh dalam lima tahun ini.

"Saya sangat menyanyangkan langkah yang di lakukan tersebut, karena BEM lainnya yang ada di Aceh sampai saat ini masih saling berkomunikasi, jadi apa salahnya setiap pengambilan sikap diawali dari kesepakatan bersama. Jika begitu, ini sangat jelas kontraproduktif dengan realitas. ucap Munzir, yang juga tokoh pemuda banda aceh.

Sangat miris sekali, dimana Mahasiswa seharusnya menyajikan sikap idealismenya sebagai agent of change. namun sementara, dengan begitu mudah ditunggangi oleh kepentingan suatu kelompok dan jelas-jelas dalam kepemimpinan Aceh kali ini belum begitu dapat diarasakan sebagai pemerintahan yang representatif dari rakyat Aceh itu sendiri. Tutup Munzir
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates