PHK Ratusan Crew AMT, FBTPI Keluarkan Pernyataan Sikap

Ilustrasi |foto : Ist

Jakarta - Peristiwa Pemutusan Hubungan Kerja terhadap ratusan Crew Awak Mobil Tangki (AMT) PT.PERTAMINA yang dilakukan oleh PT.Garda Utama Nasional dibeberapa Depot/TBBM PT.Pertamina Patra Niaga (PT. PPN) tepat pada hari pertama di bulan Ramadhan 1438H serta sikap yang tidak taat pada syarat dan norma kerja yang dilakukan oleh pihak PT.PPN dan PT.ELNUSA PETROFIN, tidak hanya melukai rasa KEADILAN para Crew Awak AMT yang selama ini justru sudah memberikan income kepada negara dan memberikan keuntungan besar pada perusahaan melalui kerja kerasnya medistribusikan Bahan Bakar Minyak dan LPG sebagai sebuah komoditi vital bagi masyarakat di negara ini. 

Tapi juga sudah menciderai Azaz dan Tujuan dibentuknya Undang Undang Nomor 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi, dimana dalam Pasal 2 Undang Undang a quo dengan tegas dijelaskan bahwa : “Penyelenggaraan kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi yang diatur dalam Undang-undang ini berasaskan ekonomi kerakyatan, keterpaduan, manfaat, keadilan, keseimbangan, pemerataan, kemakmuran bersama dan kesejahteraan rakyat banyak, keamanan, keselamatan, dan kepastian hukum serta berwawasan lingkungan”.

Sebagaimana yang sudah kami sampaikan sebelumnya, bahwa persoalan yang terjadi dilingkungan kerja anak perusahaan PT.Pertamina (Persero) yaitu PT.Pertamina Patra Niaga khususnya yang ada di Depot Plumpang - wilayah Jakarta Utara, sudah di proses oleh pihak Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara sejak tahun 2016, dan sudah dikeluarkan Nota Pemeriksaannya pada tanggal 26 september 2016 yang memuat temuan berbagai macam pelanggaran terhadap Hak Normativ Para Pekerja serta Nota Pemeriksaan Khusus yang memuat tentang status hubungan kerja tetap antara Para Crew AMT dengan PT.PPN, namun sampai saat ini - kepatuhan hukum pihak PT.PPN untuk memenuhi Perintah dari pihak Pengawasan Ketenagakerjaan melalui nota pemeriksaan tersebut, tidak juga terlihat.

Ironisnya, ketika para crew AMT dan para petugas Office Boy / Cleaning Service serta petugas krani merupakan anggota dari Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia – Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (SBTPI-FBTPI) PT.PPN, sedang berusaha menyabarkan diri, pihak PT.Pertamina Patra Niaga justru dengan arogannya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja dan pengulangan pelanggaran yang sama.

Bersikap seolah olah “Kebal Hukum” Pihak PT. Pertamina Patra Niaga bukannya melakukan perbaikan terhadap sistim kerja dan mengangkat para Crew AMT menjadi Pekerja Tetapnya sebagaimana isi nota pemeriksaan SUDINAKERTRANS Jakarta Utara tersebut, malah kembali menggunakan jasa perusahaan pemborong pekerjaan (vendor) yang baru yaitu PT. Garda Utama Nasional. 

Seharusnya apabila Pihak PT.Pertamina Patra Niaga merasa keberatan dengan isi nota pemeriksaan tersebut, silahkan gunakan upaya hukum untuk banding administrasi bukannya malah mengabaikan Nota Pemeriksaan lalu kembali melakukan pelanggaran demi pelanggaran yang merugikan para Pekerja.

Dan oleh karenanya, dalam AGENDA MOGOK KERJA ini, kami menuntut :

1. HAPUSKAN SISTIM KONTRAK- Out Sourcing di lingkungan Kerja PT.Pertamina Patra Niaga dan PT.Elnusa Tbk;

2. Angkat Seluruh Crew Awak Mobil Tangki PT.Pertamina Patra Niaga sebagai Karyawan Tetap di PT.Pertamina Patra Niaga dan Laksanakan Isi Nota Pemeriksaan Sudinakertrans Jakarta Utara Nomor 4750/-1.838 tertanggal 26 September 2016 !!! (Salinan Nota Pemeriksaan dan Nota Pemeriksaan Khusus-Terlampir);

3. Angkat Crew Awak Mobil Tangki PT.Elnusa Petrofin (Makasar) dan Crew AMT PT. Kopenusa (Jambi) sebagai Pekerja Tetap di PT.Elnusa Tbk;

4. Terapkan Waktu Kerja 8 (delapan) Jam sehari dan Hapus Sistim Performansi serta bayarkan Upah Lembur sesuai ketentuan Kepmenakertrans KEP-102/MEN/VI/2004 apabila Crew AMT bekerja melebihi waktu kerja 8 (delapan jam sehari);

5. Bayarkan Iuran BPJS secara rutin untuk menghindari penolakan dari pihak Rumah Sakit/Klinik apabila Crew AMT dan Segera Bayarkan reimbursement untuk biaya pengobatan/perawatan yang telah dikeluarkan oleh Crew AMT pada saat berobat akibat sakit atau akibat insiden kecelakaan kerja;

6. Hentikan Sistim “BLOKIR” Upah dan Absen-finger print Crew AMT apabila Crew AMT mengalami Insiden kecelakaan kerja atau indisipliner, karena terhadap tindakan indispliner sejatinya diberlakukan pengenaan Surat Peringatan Bukan “BLOKIR” Upah/Absen finger print;

7. Batalkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Crew AMT PT. Pertamina Patra Niaga yang sudah dilakukan oleh pihak Vendor PT.Sapta Sarana Sejahtera dan PT.Garda Utama Nasional (Plumpang/Merak),PT.Ceria Utama Abadi (UJB/Padalarang/Tasik),PT.Absolute Service (Lampung) !!!

8. Bayarkan Pesangon kepada Crew AMT PT.Pertamina Patra Niaga dan PT.Elnusa Petrofin (Makasar) yang sudah memasuki usia Pensiun dengan memperhitungkan masa kerja masing masing Crew Awak Mobil Tangki yang bersangkutan !!!;

9. Bayarkan Upah kepada 24 Orang Crew AMT Depot Panjang yang sudah di PHK Secara sepihak oleh PT.ABSOLUTE Service terhitung sejak Crew AMT tersebut tidak dipekerjakan di lingkungan kerja PT.Pertamina Patra Niaga – Depot Panjang-Lampung !!!;

10. Bayarkan Pesangon dan Upah Proses bagi Pekerja yang bertugas sebagai OB/Cleaning Service dan petugas Krani di PT.Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang yang sudah di PHK oleh Manajemen sejak bulan September 2016; 

11. Berikan Hak atas CUTI Tahunan bagi Crew AMT yang sudah menjalani masa kerja 1 tahun dan Cuti Panjang bagi Crew AMT yang sudah menjalani masa kerja lebih dari 7 (tujuh) Tahun;

12. Bayarkan Rapelan Upah Lembur Bagi Crew Awak Mobil Tangki yang selama ini di pekerjakan selama 12 (Dua Belas) jam sehari !!!

Jakarta, 19 Juni 2017



Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates