RI Punya Banyak Bibit Teroris dalam Diri Pelaku Intoleransi


ilustrasi | Foto : Okezone.com
Jakarta - Menjamurnya pelaku intoleransi di masyarakat belakangan ini, dikhawatirkan bisa menjadi bibit kemunculan teroris baru di Indonesia.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menuturkan, saat ini kepolisian banyak menangani kasus konflik berbau agama. Seperti yang terjadi selama hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi DKI Jakarta.

"Radikal jika dibiarkan bisa menjadi terorisme. Kami mengimbau, karena cikal bakalnya ialah intoleransi, saya berharap tidak akan ke sana (menjadi teroris)," kata Setyo dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6).

Perilaku intoleransi tentu bila dibiarkan terus-menerus akan menjadi masalah besar bagi negara. Mantan terpidana kasus terorisme Sofyan Tsuari, mengakui bahwa merebaknya paham terorisme bisa terjadi pada kelompok masyarakat dengan situasi ekonomi dan sosial yang memprihatinkan.

Ia mencontohkan, kelompok Al-Qaeda atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) lahir di negara yang memiliki masalah ekonomi dan politik. 

"Zaman Rasul dulu tidak ada. Ini ada orang (pihak) yang haus akan kekuasaan," kata dia.

Ia memastikan, di setiap negara yang terdapat konflik tentu menjadi celah bagi kemunculan teroris. Sofyan mengingatkan kelompok teroris memiliki ciri saling menguatkan, jadi saat ada anggota ingin kembali seperti semula, anggota lain dapat mengecapnya sebagai kafir.

"Jadi setiap konflik adalah peluang. Dia akan muncul di negara banyak konflik sosial korupsi dan lainnya," kata Sofyan. 


|CNNIndonesia.com
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates