Enam Anggota DPRK Sabang Lapor ASDP ke Ombudsman RI Perwakilan Aceh

KM Tanjung Burang |Foto : Ist
Banda Aceh - Enam Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Sabang Menyampaikan keluhan dan laporan masyarakat sabang ke Ombudsman RI Perwakilan Aceh Rabu (26/07/2017) di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Aceh Jl. T. Lamgugob No. 17, Lamgugob, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

Laporan tersebut terkait kondisi KM Tanjung Burang yang menurut Masyarakat Sabang sudah tidak layak berlayar, sering rusak, sudah tua dan bahkan menurut masyarakat sudah pernah mati mesin di tengah laut, sehingga sangat membahayakan keselamatan penumpang. 

"Pihak ASDP kurang merespon menggantikan dengan kapal lain yang lebih bagus dan lebih besar" Ujar AQ Jailani, Anggota DPRK Sabang.

Saat ini cuman ada satu Kapal yang masih layak beroperasi yaitu KM BRR. Masyarakat Sabang sangat butuh kapal yang baru dan lebih besar sebagai pengganti KM Tanjung Burang.

"Banyak kenderaan angkutan barang (truk) dan mobil tidak terangkut karena jumlah kapal yg melayani trayek Uleelee - Sabang yang terbatas. Sehingga, berpengaruh pada perekonomian dan harga sembako di Sabang" Ungkap Ferdiansyah Wakil Ketua DPRK Sabang.

Sambunga Ferdi, Dalam rangka menyambut tamu untuk kegiatan Sail Sabang pada akhir 2017 yang bertaraf internasional ia berharap pada Pemerintah Pusat melalui ASDP untuk menambah kapal roro yang benar-benar layak berlayar.

Menurut Mahdalena Anggota DPRL Sabang banyak alat berat seperti truk 14 roda yang juga antri mau diangkut dengan kapal roro. 

"Ini mengganggu pelayanan publik karena seharusnya alat berat tersebut diangkut khusus dengan tongkang sehingga tidak mengganggu masyarakat biasa"Ujar  Mahdalena.

Kemudian Drg Marwan, Ketua Komisi B DPRK Sabang menambahkan pada saat liburan lalu, banyak wisatawan yang kecewa kepada pengelola kapal cepat karena jumlah tiket yg dijual tidak sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia. Hal ini menunjukkan adanya over capacity yang membahayakan penumpang.

Albina Arrahman Anggota DPRK Sabang  juga menyampaikan bahwa harga tiket kapal cepat Sabang - Uleelee yang 18 mil lebih mahal dibandingkan dengan harga tiket Batam - Tj Pinang yang 24 mil.

Disamping itu Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Taqwadin Husin kepada RoketNEws.com membenarkan adanya laporan dari 6 Anggota DPRK tersebut dan pihaknya sudah turun kelapangan melakukan Investagi.

"Karena yang dilaporkan ini menyangkut masalah pelayanan publik yang urgen dan menyangkut nyawa orang banyak maka kami segera melakukan investigasi dan Tim Asisten Ombudsman Aceh sudah turun ke ulele untuk melakukan investigasi guna menemukan kebenaran hal yang dilaporkan. Ujar Taqwadin saat dikonfirmasi oleh RoketNews.com.[]


|BS
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates