Gubernur Aceh : Korupsi itu Terasa, Tapi Tidak Nampak

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf foto bersama di upacara hari kemerdekaan RI ke-72 | foto : fahrul Reza
Banda Aceh - Dalam Momentum Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 dan 12 tahun Aceh damai, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ingin memaknainya dengan perangi narkoba dan kemiskinan serta korupsi yang meraja lela di Aceh.

"Inikan tonggak sejarah yang ke 72 tahun untuk Indonesia merdeka dan 12 tahun tonggak sejarah Aceh damai, yang seharusnya Aceh yang merupakan bagian dari NKRI sama - sama dapat membangun, mengejar ketinggaalan dan saya berharap aceh menjadi provinsi leading dari segala bidang melebihi provinsi lain, dan itu tanggung jawab saya". ujarnya.

Selanjutnya i berharap kepada Masyarakat Aceh, Khusnya pemuda agar terus berkarya dan menjauhi narkoba yang merupakan perusak generasi muda bangsa.

" dan kepada rakyat Aceh, Pemuda terutama saya himbau terus belajar, kerja keras dan beriman". imbau Irwandi.

Mengenai Kemiskinan ia mengatakan Pemerintah menyiapkan segala fasilitas sesuai tupoksi masing - masing dan rakyat harus dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk perbaikan ekonominya masing - masing.

Disamping itu, selain narkoba dan kemiskinan yang menjadi problem Aceh, korupsi juga menjadi musuh kita bersama dan ia berjanji tidak akan beri ampun kepada Koruptor yang berada di Aceh.

"Korupsi ditindas , dihabisin dan gak ada ampun bagi yang sudah ketahuan, korupsi di aceh itu terasa ada ,tapi keberadaannya ngak nampak", tutupnya.[]


|BS
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates