PW AM-MDI : "Kita tidak Mau Menyalurkan Aspirasi Kepada Orang yang Teler"

Bahrizal Syahpudtra Sekretaris Umum PW AM-MDI Aceh | Foto : Dok.
Banda Aceh – Penangkapan seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) beberapa hari yang lalu menuai beberapa tanggapan diantaranya Pimpinan Wilayah Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (PW AM-MDI) Provinsi Aceh.

Menurut Bahrizal Syahpudtra selaku Sekretaris umum PW AM-MDI Aceh mengatakan bahwa kejadian merupakan sebuah tamparan keras bagi masyarakat Aceh.

"Ini merupakan tamparan keras bagi kita masyarakat Aceh, seharusnya anggota dewan menampakkan perilaku terpuji bukan malah melakukan tindakan yang memalukan,” kata Bahrizal kepada Roketnews.com, Jumat malam 11 Agustus 2017.

Sambungnya lagi, seharusnya ditengah gencar-gencarnya sosialisasi anti narkoba oleh Pemerintah Aceh, sebagai anggota DPRA mampu bersinergis dan memberi contoh kepada masyarakat.

"Ditengah gencar- gencarnya sosialisasi anti narkoba oleh pemerintah Provinsi Aceh, malah angggota Dewannya yang memakai narkoba" cetusnya.

Selain itu, ia juga meminta semua anggota DPRA untuk dilakukan cek urine, guna memastikan ada tidaknya pengguna barang haram itu.

“Untuk mengetahui pemakai atau tidak, bagi yang terindikasi pemakai segera dibawa kerehabilitasi. Ini penting agar kedepan tidak ada lagi kasus yang serupa" pintanya.

Terakhir Bahrizal yang merupakan pria asal Aceh Barat Daya (Abdya) ini menegaskan bahwa anggota Dewan yang terlibat dengan zat psikotropika harus diberhentikan.

“Kita tegaskan bahwa anggota DPRA yang ditangkap sedang nyabu itu harus di berhentikan dari DPRA, karena kita tidak mau Menyalurkan Aspirasi kita kepada orang yang sudah teler,” tegasnya. []

Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates