Kurniawan: Indonesia, OKI dan PBB Harus Tegas Menyelesaikan Konflik Rohingya

Kurniawan S, S.H., LL.M |foto.dokreketnews
Banda Aceh - Tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine - Myanmar cukup memprihatikan, seakan-akan nyawa manusia Rohingya tak berharga.  banyak Masyarakat dan Tokoh Islam mengutuk tindakan tersebut, hal itu jugalah yang di ungkapkan oleh Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Kurniawan S, S.H., LL.M dalam releasenya yang dikirim ke roketnews.com, Melihat semakin sadis dan masifnya upaya pemusnahan etnis Rohingya oleh para Biksu yang mendapat dukungan penuh dari Junta Militer di Myanmar seharusnya membuat rasa kemanusiaan masyarakat Internasional termasuk PBB terhentak dan segera mengambil langkah efektif guna dapat mengakhiri kebiadaban yang terjadi.

Kurniawan mengungkapkan ”Untuk membela Etnis Muslim Rohingya di Rakhine - Myanmar tidak diperlukan menjadi seorang Muslim, melainkan cukup menjadi seorang manusia sejati yang memiliki empati, rasa dan kasih sayang”.

Banyak negara negara yang mayoritas penduduk muslim di dunia (termasuk Arab Saudi, Turki dll)menaruh harapan besar kepada Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dapat memainkan peranan penting dalam menekan Pemerintah Myanmar untuk mengakhiri upaya pemusnahan ethnis Rohingnya di Rakhine - Myanmar serta berbagai konflik antara pemerintahan suatu negara di Kawasan ASEAN dengan kelompok muslim.

Ketua Pusat Studi Ilmu Pemerintahan Pisip Unsyiah ini juga berharap kepada Pemerintah Republik Indonesia agar dapat memainkan peranan signifikan dalam upaya mengakhiri kebiadaban atas tragedi kemanusiaan yang dialami oleh para Muslim Rohingya di Rakhine - Myanmar dalam Wadah Forum ASEAN termasuk juga dalam wadah negara-negara yg tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI)sebagai bagian dari wujud manifestasi salah satu cita-cita serta janji kemerdekaan Indonesia oleh para Founding Fathers (para pendiri negara) Indonesia yaitu "..... turut serta mewujudkan perdamaian dunia ...." sebagaimana yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

Kurniawan yang juga Dosen Ilmu Hukum Tata Negara Unsyiah ini mengajak kepada seluruh Organisasi Keislaman yang ada di nusantara termasuk di Aceh (baik Ormas maupun OKP) dapat mengeluarkan pernyataan sikap serta protes keras kepada Pemerintahan Myanmar di bawah Pemerintahan Aung San Suu Kyi.

Pemerintah Indonesia serta berbagai negara yang ada didunia sebelum mayoritas penduduknya memeluk Islam telah banyak berhutang jasa atas kemaslahatan dan kemuliaan yamg dibawa Islam. Untuk itu seharusnya membuat negara negara tersebut menyatukan solidaritas diantara sesama kaum muslim di seluruh dunia
Ingat:
”... sesama kaum muslimin adalah saling bersaudara. Bilamana sebagian yang satu sakit maka sebagian yang lainnya juga akan merasakan sakitnya”.

Inilah sesungguhnya hakikat solidaritas religiusitas yang diajarkan oleh Islam yaitu solidaritas tanpa mengenal teritorial negara/pemerintahan tertentu.

Setiap penderitaan yang dialami oleh kaum muslimin di belahan dunia manapun, maka umat muslim lainnya di berbagai belahan dunia manapun harus bangkit dan hadir untuk membela dan mengakhiri kezaliman yang menimpa para saudara seiman kita tutupnya.[]
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates