Sekjen PBB Harap RI Lanjutkan Peran Atasi Masalah Etnis Rohingya

Foto: Menlu Retno Marsudi (Yulida Medistiara/detikcom)

Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres membahas krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Guterres berharap RI melanjutkan perannya dalam penyelesaian masalah di Rakhine itu.

Retno dan Guterres membahas soal Rohingya melalui sambungan telepon, Jumat (1/9/2017) malam. Keduanya berbicara selama 16 menit.

"Sekjen PBB apresiasi peran Indonesia dan harapkan Indonesia lanjutkan perannya dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State," kata Retno dalam keterangan tertulisnya.

Retno dan Guterres menyampaikan keprihatinan dengan situasi kemanusiaan yang terjadi. Retno menyampaikan seruan Indonesia agar semua kekerasan harus dihentikan. Proteksi harus diberikan kepada semua umat.

"Saya dan dan Sekjen PBB mendukung laporan (mantan Sekjen PBB) Kofi Annan dan berharap agar rekomendasi Annan dapat diimplementasikan," ujarnya.

Sebelumnya, Retno melakukan pembicaraan lewat telepon dengan Kofi Annan. Pembahasannya mengenai bagaimana Indonesia berkontribusi untuk mengimplementasikan hasil dari Annan Advisery Commission, yang dipimpin Kofi Annan.

"Karena kalau dilihat dari temporary report yang dikeluarkan pada Agustus yang lalu, apa yang dilakukan Indonesia fit very well dengan rekomendasi yang dikeluarkan komisinya Kofi Annan," kata Retno di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/8).

"Oleh karena itu, harapan dari Kofi Annan sangat besar sekali bahwa Indonesia dapat membantu mengimplementasikan rekomendasi yang dikeluarkan Kofi Annan," tambahnya.[]


|sumber : Detik.com
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates