IMM Aceh Besar Minta Usut Tuntas Pelaku Pembakaran tiang-tiang Masjid At Taqwa Muhammadiyah Samalanga.

Muhammad iksan Rizky Zulkarnain, Kabid Hikmah PC IMM aceh Besar |foto : dok. 

Jantho - Menanggapi pembakaran tiang-tiang pembangunan Masjid At Taqwa Muhammadiyah Samalanga, Bireun yang dibakar Selasa (17/10/17) malam, Pimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh Besar mendesak kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku Pembakaran.

"kemudian juga kami berharapa kepada MPU Kabupaten Bireun dan Pemerintah Daerah Kbupaten Bireun agar membina umat sehingga tidak terjadi tindakan-tindakan anarkisme seperti ini lagi", ujar Rizky Zulkarnain selaku kabid hikmah PC IMM Aceh Besar.

Sambungnya lagi, Peristiwa ini mencerminkan perilaku keagamaan yang tidak menjunjung tinggi persaudaraan antar sesama umat Islam, jika perilaku anarkisme seperti ini dibiarkan maka jangankan menjadi rahmat bagi seluruh alam menjadi rahmat bagi sesama muslim pun tidak bisa.

Menurutnya, jika dikaji secara historis keberadaan Muhammadiyah sudah cukup lama di Aceh sejak tahun 1923, banyak tokoh-tokoh Pahlawan dan Ulama Aceh yang pernah bergabung dalam organisasi Muhammadiyah ini. Diantaranya adalah Daud Beureu’eh dan Tgk Hasbi Ash Shiddiqy.

"Suatu kemunduran jika ada segelintir masyarakat yang masih tidak mengenal organisasi modernis ini yang kontribusinya untuk negara Indonesia ini sangat besar", tegasnya.

Saat ini yang harus kita berantasi bukanlah pada hal yang meliputi perbedaan boleh qunut atau tidaknya, pakai tongkat atau tidak ketika jum’atan, dan berbagai persoalan yang furu’iyah.

"Melainkan diera postmodern ini yang harus kita lawan bersama sebagai umat terbaik didalam Al-Qur’an surat Ali Imran (110) adalah bagaimana kita harus melawan kemiskinan, memberantas mental-mental korup, membebaskan masyarakat dari kebodohan dan fanatisme, serta membakar habis seluruh bentuk penindasan lainnya di Negeri Serambi Mekkah ini. Hal tersebutlah yang seharusnya kita berantas bersama-sama sebagai perwujudan dari nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin". Ungkapnya.

"Kami berharap peristiwa-peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi, dan proses dialog-dialog tokoh-tokoh agama yang terkait harus selalu digiatkan agar umat Islam di Aceh dan Samalanga khususnya terus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan Ukhuwwah Islamiyyah di bumi Serambi Mekkah ini". Tutupnya.

|BS
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates