Terkait Pembakaran Balai dan Tiang Masjid, PD Muhammadiyah Buat Laporan ke Polisi

Ketua PDM bireun |foto : kabarbireun

BIREUEN – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM)  Kabupaten Bireuen, dr.Athaillah A.Latif, Sp.OG mengaku pihak panitia pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah Kecamatan Samalanga telah membuat Laporan Pengaduan (LP) ke polisi.

Laporan tersebut terkait pembakaran Balai dan tiang Masjid Taqwa Muhammadiyah di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen.

“Kemarin setelah mengikuti rapat dengan Bupati kami mendatangi polisi untuk buat laporan,” kata Athailah Latif.

Ditanya tentang kenapa harus kasus tersebut harus diselesaikan ke meja hukum karena telah dilaporkan ke polisi, Athailah Latif berujar, karena mereka ingin mendapat kepastian hukum sehingga dapat melanjutkan membangun “Rumah-Allah” di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga.

Ditanya tentang penyelesaian melalui musyawarah yang digelar paska dibakarnya balai di lokasi pertapakan Mesjid Muhammadiyah di Desa Sangso, Athailah Latif menyebutkan, belum ada hasilnya.

“Dalam musyawarah di Meuligoe Bupati, Rabu (18/10/2017) dengan dihadiri Bupati Bireuen, H.Saifannur, S.Sos, belum ada hasil apakah boleh atau tidak dilanjutkan membangun masjid tersebut,” ungkapnya.

Musyawarah yang diagendakan untuk membahas masalah dibakarnya balai milik pengurus Muhammadiyah Kecamatan Samalanga, kata Athailah Latif lari dari persoalan pokok dan terkesan seperti diarahkan untuk menghentikan pembangunan rumah ibadah Muhammadiyah di tempat itu.

“Kami sudah punya IMB yang dikeluarkan Pemerintah Bireuen pada 13 Juni 2017 dan pada Juli 2017 juga telah diukur arah kiblat untuk masjid itu oleh Kemenag Bireuen. Jadi apalagi yang harus kami penuhi. Kami tidak mau dihalangi untuk membangunkan mesjid dan kasus ini sudah dilaporkan ke pengurus pusat,” beber dokter spesialis kandungan itu.

Sebagaimana diketahui satu unit balai di lokasi pertapakan Mesjid Taqwa Muhammadiyah di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Bireuen pada Selasa (17/10) malam dibakar orang tak dikenal.

Selain menghanguskan bangunan balai milik pengurus Muhammadiyah di kecamatan ujung barat Kabupaten Bireuen itu juga menghanguskan mal (papan cetak) tiang meajid yang telah dicor pada Senin sehari sebelumnya

Kasus dibakar balai di lokasi bangunan mesjid itu telah ditangani Pemkab Bireuen melalui musyawarah yang menghadirkan pihak yang menyebut dirinya Aswaja dan dari pengurus Muhammadiyah Bireuen.

Bupati Bireuen, H Saifannur,S.Sos dalam musyawarah yang berlangsung, Rabu (18/10) dari pagi sampai petang hari, berharap semua pihak dapat menyelesaikan masalah itu dengan kepala “dingin” tanpa menuding kalah menang.

Sebut Haji Saifan, dia selaku Bupati Bireuen sangat malu dengan kejadian tersebut.

“Sama-sama Islam dan yang dibangun mesjid tempat ibadah kenapa harus bertengkar. Tolonglah bapak-bapak, teungku-teungku musyawarah dengan baik, buat apa ribut, Muhammadiyah mau bangun mesjid ya silakan. Aswaja bangun mesjid silakan, masyarakat bangun mesjid silakan. Saya bantu semua masjid, jangan buat ribut-ribut sesama Islam,” harap Bupati Saifannur.

Persoalan mendirikan masjid Muhammadiyah di Desa Sangso itu, kata Bupati Saifannur, merupaka persoalan sebelum dia dilantik menjadi Bupati Bireuen, namun orang nomor satu di kabupaten itu berjanji akan menyelesaikan masalah itu sampai tuntas.

“Walaupun IMB di masa sebelum saya jadi bupati, saya akan menyelesaikan masalah ini, namun semua harus dengan kepala dingin,” sebut Haji Saifan.

Menurut pantauan wartawan, musyawarah paska dibakarnya balai milik pengurus Muhammadiyah Kecamatan Samalanga, berlangsung alot dan Bupati Saifannur sempat keluar dari ruangan musyawarah karena menilai peserta musyawarah seperti ingin menang sendiri.

Sebuah sumber dari kecamatan Samalanga, yaitu lokasi dibangun mesjid itu menyebutkan kondisi keamanan paska dibakarnya balai di lokasi mesjid itu terlihat biasa saja, tidak ada aktivitas warga yang mencurigakan. 


|sumber:kabarbireun.com
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates