Pokja Pencegahan Saber Pungli Aceh Gelar Sosialisasi Bebas Pungli Sektor Kepegawaian dan Pendidikan

Ilustrasi |foto : Ist
Banda Aceh - Maraknya tindakan pungutan liar di instansi pemerintah dan kalangan masyarakat saat ini menggambarkan seolah-olah tidak peduli dengan kebijakan Pemerintah yang telah mengeluarkan peraturan tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungli, praktek pungutan liar yang telah menggurita terus terjadi mulai dari lembaga pemerintah di Pusat, Propinsi, Kabupaten/kota sampai pada level Pemerintah Desa, Perusahaan - perusahan jasa serta sekolah-sekolah tempat para siswa menunutut ilmu juga tidak ketinggalan dari perilaku pungli tersebut.

Keluarnya Perpres Nomor 87 tahun 2016 Tentang Satuan Saber Pungli dirasa belum mampu mencegah dan memberantas pungli sampai ke akar-akarnya, hal ini bisa saja dikarenakan pemahaman masyarakat dan aparatur pemerintah bahkan penegak hukum sendiri masih simpang siur dengan kriteria Pungutan Liar, pelaku pungli selalu mencari celah-celah hukum yang dapat melegalkan berbagai pungutan.

Permasalahan pemahaman tentang kriteria pungli yang masih multi tafsir, meyebabkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2016 Tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungli yang dibentuk Pemerintah menjadi hambar, sementara banyak pungutan illegal terus terjadi di lembaga-lembaga Pemerintah dan masyarakat dengan alasan administrasi, kesepakatan para pihak, kebutuhan yang mendesak dan lain lain.

Oleh karena itu, Pokja Unit Pencegahan Saber Pungli Pemerintah Aceh Melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bebas Pungli Sektor Kepegawaian dan Pendidikan dengan Tema “Menakar Pemahaman Kriteria Pungli Berdasarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2016”, Rabu, (08/11/2017) di Gedung Serba Guna, Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Dalam Sambutannya, Kombes Pol Drs, Erwin Faisal, M.Si, Ketua Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Provinsi Aceh mengatakan. Di Aceh, sektor pendidikan dan kepegawaian yang paling rawan melakukan praktik pungli.

"Itu menurut kasus yang berhasil kita tangkap," ujar Erwin Faisal 

Erwin Faisal menambahkan lagi, hingga saat ini, Tim Saber Pungli di Kabupaten seluruh Aceh, telah berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah 53 kasus. Dengan menangkap 94 tersangka dan barang bukti berupa uang sebesar Rp 857 juta. 

"Yang paling banyak di sektor pendidikan dan kebudayaan khususnya pada pelayanan publik," sebutnya.

Rudi Ismawan, S.Hi. M.Si Sekretaris Pokja Unit Pencegahan saber Pungli Pemerintah Aceh dalam laporannya meyebut kan kegiatan itu dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Unit Pencegahan Satgas Saber Pungli Aceh yang di hadiri unsur pengawai Inspektorat Aceh, LSM, Kepala Dinas Pendidikan Aceh dan Kabupaten/Kota,  Kepala BKA dan Kepala BKPSDM  Kabupaten/Kota, Ketua MPD Aceh dan Kabupaten/KotaKepala Sekolah SLTA, SLTP, SD/ Sederajat Se-Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.[]
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates