RAKORWIL LAZISMU ACEH "HARMONISASI PENCAPAIAN SDG’s"


Rakorwil Lazizmu Aceh di hotel Lading, Banda Aceh, (06/12/17) |foto : ist
Banda Aceh - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU ACEH) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) di hotel lading, Banda Aceh, 6-7 Desember 2017.

Rakorwil perdana ini, Lazizmu Aceh menghadirkan seluruh BPH kantor layanan yang sudah eksis di daerah dan cabang yang berjumlah 12 Kabupaten/kota dengan total peserta 30 orang.

Tema yang diusung dalam rakorwil LAZISMU kali ini sangat erat kaitannya dengan upaya pembangunan berkelanjutan yang menjadi jargon pembangunan Indonesia pada pemerintahan Jokowi-JK, yakni Sustainability Development Goal’s (SDG’s) yang ditandai dengan 17 indikator capaian pembangunan yang merupakan lanjutan dari program Millenium Development Goal’s (MDG’s) yang ditengarai baru terealisasi sekitar 50%.

Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan sangat berkepentingan terhadap perkembangan dan pembangunan manusia Indonesia, hal ini dibuktikan dengan terlibatnya Muhammadiyah secara langsung dalam proses pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui berbagai program amal usaha yang telah banyak bertebaran di seluruh pelosok tanah air.

Muhammadiyah telah menerbitkan 13 rekomendasi yang keseluruhannya beririsan dengan capaian SDG’s sehingga capaian-capaian yang diraih Muhammadyah kelak selaras dengan tujuan pembangunan pada 17 indikator capaian SDG’s.

Lazismu sebagai salah satu ujung tombak Muhammadiyah telah berupaya untuk menselaraskan seluruh programnya dengan kepentingan membangun bangsa yang diarusutamakan oleh Muhammadiyah dan pembangunan manusia Indonesia oleh program-program pemerintah. Upaya ini kemudian disosialisasikan ke seluruh kantor layanan Lazismu melalui Rapat Koordinasi Wilayah LAZISMU se-Aceh.

Sosialiasi itu di sampaikan oleh dua pemateri Ikhwanussofa dan Umar Chaeroni yang di undang langsug dari LAZISMU Sragen, Jawa Tengah, dimana Lazizmu sragen merupakan Kantor Layanan LAZISMU yang memiliki prestasi penghimpunan dan tata kelola LAZ yang sangat baik di Indonesia.

DR. H. Aslam Nur, MA, Ketua PW. Muhammadiyah Aceh, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan rakorwil ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi daerah untuk terus melakukan aktifitas dakwah yang lebih menukik dengan program-program sosial dan ekonomi sehingga Muhammadiyah dirasakan di akar rumput sebagai sebuah organisasi yang bersama-sama turut membangun bangsa, khususnya di Aceh.

" Keberadaan Lazismu akan lebih menyemarakkan aktifitas dakwah yang selama ini masih dirasakan menemui kendala". Ujar Aslam Nur.

Sementara itu, Ketua LAZISMU Aceh, Tarmizi Gadeng, SE, MM, M.Si dalam arahannya menyatakan bahwa selama ini Lazismu walau tidak terlihat di permukaan tetapi tidak pernah berhenti bergerak dalam kegiatan kegiatan Pendidikan, sosial, ekonomi serta program-program kemanusiaan yang terus menjadi fokus LAZISMU.

“Kita terus bergerak dan melakukan upaya-upaya yang serius terhadap pengembangan usaha kecil menengah, membantu biaya pendidikan sekolah anak-anak dari keluarga tidak mampu, serta aktif menghimpun dan menyalurkan donasi kemanusiaan setiap terjadi peristiwa bencana kemanusiaan baik dalam skala Aceh maupun nasional dan Internasional”, Jelas Tarmizi di sela-sela pembukaan Rakorwil tersebut.

Sambung Tarmizi Gadeng, untuk mensosialisasikan program-program yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, nantinya dalam rakorwil ini akan disampaikan materi umum yang berkaitan dengan upaya Muhammadiyah dalam mengembangkan  ekonomi kreatif di tengah masyarakat melalui program LAZISMU yang disampaikan oleh DR. Taufiq A. Rahim, SE, M, Si sebagai narasumber utama, dan secara umum materi mengenai Peran LAZ dalam pencapaian SDG’s disampaikan oleh Andi Yoga Tama dari UNICEF Perwakilan Aceh.

Selain materi-materi di atas, peserta juga akan memperoleh training khusus mengenai keuangan ZISKA yang telah dirancang sesuai dengan standar akuntansi PSAK 109. Dengan pembekalan training ini ke depan LAZISMU akan semakin baik tata kelola keuangannya serta dapat memenuhi syarat-syarat akuntabilitas dan transparan dalam mengelola dana ummat.

Disamping itu, Sekretaris Badan Pengurus LAZISMU Aceh, M. Yamin, SE, M.Si pada kesempatan ini mengharapkan aplikasi keuangan standar PSAK 109 dapat diterapkan di seluruh Kantor Layanan LAZISMU sebagai bentuk komitmen lembaga dalam hal pengelolaan donasi yang masuk ke rekening LAZISMU Aceh.

“Program ini memang sudah lama kita gunakan dan sangat memudahkan bagi kantor Layanan LAZISMU dalam melakukan aktifitas input, proses dan output data keuangan. Sehingga kita secara cepat dapat melihat posisi keuangan seperti melihat Buku Besar, Arus Kas, laporan Perubahan Dana dan Neraca secara baik dan berstandar PSAK 109”.tutup yamin.[]


|BS
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates