Ini Dia 10 Penulis Indonesia yang Bersinar

ilutrasi penulis | ist
Jakarta - Penulis menjadi bagian terpenting dalam industri penerbitan buku. Pelaku kreatif yang hanya mendapatkan 10 persen dari karya yang ditulisnya, di tahun ini banyak bersinar karena karya yang hasilkan. Tim detikHOT kali ini memilih sebanyak 10 orang penulis yang paling bersinar. 

Siapa sajakah mereka? Simak 10 penulis Indonesia di bawah ini: 

1. Intan Paramaditha




Sukses menerbitkan kumpulan cerita pendek (cerpen) 'Sihir Perempuan' dan 'Kumpulan Budak Setan', Intan Paramaditha merilis karya terbarunya 'Gentayangan' tahun ini. Penulis petualangan terkutuk sepatu merah menempati posisi pertama dari Top Ten kali ini. 

Novel yang rilis jelang akhir tahun 2017 mendapatkan review bagus dan menjadi perbincangan hangat di media sosial maupun media massa. Sepak terjang Intan di dunia kepenulisan tak diragukan lagi. Buku kumcer 'Sihir Perempuan' masuk dalam nominasi pendek Khatulistiwa Literary Awards (Kusala Sastra Khatulistiwa) 2005 dan dia pun meraih Cerpenis Terbaik Kompas 2013 lewat cerpen 'Klub Solidaritas Suami Hilang'. 

2. Leila S Chudori

Di penghujung 2017, Leila S.Chudori sukses mencuri perhatian pembaca Tanah Air. Lewat novel 'Laut Bercerita', Leila S Cudori mengisahkan kembali peristiwa penculikan aktivis 1998 yang menjadi awal kejatuhan pemerintahan Orde Baru Soeharto. 


Sebelum 'Laut Bercerita', Leila telah menerbitkan dua buku kumpulan cerpen yakni 'Malam Terakhir' dan '9 untuk Nadira', serta novel berjudul 'Pulang'. Novel 'Pulang' telah diterjemahkan di Eropa dan Amerika Serikat.

3. Mahfud Ikhwan

Nama Mahfud Ikhwan sekali lagi mewarnai industri penerbitan buku tahun ini. Usai meraih penghargaan pemenang pertama Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2014 lewat novel 'Kambing dan Hujan', Mahfud kembali membuat catatan manis. 


Lewat 'Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu' yang diterbitkan oleh Penerbit Marjin Kiri, bukunya meraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 kategori prosa. Penghargaan sastra yang diinisiasi oleh Richard Oh dan telah berlangsung selama 17 tahun. 

Novel Dawuk menceritakan seorang lelaki bernama Warto Kemplung, yang pada suatu malam, di sebuah warung kopi, ia merawikan kisah asmara antara Mat Dawuk dan Inayatun kepada siapa saja yang sudi mendengarnya di warung kopi tersebut. 

4. Ahmad Fuadi

Penantian panjang Ahmad Fuadi selama empat tahun terbayarkan sudah. Lewat novel keempat yang berjudul 'Anak Rantau', nama penulis 'Negeri 5 Menara' masuk dalam Hot Top Ten 2017. 'Anak Rantau' sudah mencapai angka lebih dari 20 ribu eksemplar penjualan. 


Sebelumnya, Ahmad Fuadi menerbitkan novel perdana 'Negeri 5 Menara' yang kemudian menjadi trilogi. Di tahun 2009, meski baru terbit novelnya masuk di jajaran terlaris dan meraih Anugerah Pembaca Indonesia 2010. Novel berikutnya 'Ranah 3 Warna' dan 'Rantau 1 Muara' meraih kesuksesan yang sama. 

5. Andrea Hirata

Nama Andrea Hirata kembali menjadi perbincangan hangat tahun ini. Lewat novel 'Sirkus Pohon', penulis kelahiran Gantong, Bangka Belitung, itu merilis buku ke-10 di detikHOT. 'Sirkus Pohon' menceritakan kisah hidup seorang tokoh bernama Hobri. Dia adalah seorang pengangguran yang akhirnya menemukan semangat untuk bekerja demi seseorang yang sangat ia cintai.


Sejak 2005, karya-karya Andrea meramaikan penerbitan buku Indonesia. Dimulai dari 'Laskar Pelangi' yang booming dan diterjemahkan ke berbagai bahasa, menghasilkan tetralogi 'Sang Pemimpi', 'Edensor', dan 'Maryamah Karpov'. Dua belas tahun kemduian, Andrea Hirata merilis novel 'Sirkus Pohon' pada Agustus 2017. 


6. Retno Hening



Nama Retno Hening memang terbilang baru di industri buku Indonesia. Buku pertamanya 'Happy Little Soul' yang diterbitkan GagasMedia sukses mencuri perhatian pembaca. Ikatan Penerbit Indonesia memberikan penghargaan kategori 'Book of the Year' kepada buku 'Happy Little Soul'. 

Sampai Oktober lalu, 'Happy Little Soul' juga berhasil mencapai cetakan yang ketujuh dari awal rilis perdana April lalu. Retno Hening pun sedang menyiapkan adaptasi dalam bentuk komik. 

7. Eka Kurniawan 

Siapa yang tak kenal Eka Kurniawan. Namanya kembali diperbincangkan lantaran tahun ini menjadi perayaan 15 tahun novel perdananya 'Cantik itu Luka'. 'Cantik Itu Luka' diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Jendela dan Akademi Kebudayaan Yogyakarta di tahun 2002. 


Sampai sekarang 'Cantik Itu Luka' telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 bahasa. Termasuk Korea, Polandia, Spanyol, Swedia, Vietnam, dan bahasa Jepang sebagai negara pertama yang menerjemahkannya.

8. Sabda Armandio



Lewat '24 Jam Bersama Gaspar: Sebuah Cerita Detektif', membawa nama Sabda Armandio berhasil memenangkan Anugerah Pembaca Indonesia 2017. Karyanya meraih kategori Buku Fiksi Terfavorit dan kali ini tim detikHOT memasukkan nama Sabda Armandio sebagai Top Ten penulis yang bersinar tahun ini. 

9. Feby Indirani 

Buku kumpulan cerpen 'Bukan Perawan Maria' menjadi pembicaraan hangat di tahun ini. Diterbitkan oleh Pabrikultur, 19 cerita tersebut hadir sekaligus mengkampanyekan gerakan relaksasi beragama. 


Setelah kumcer tersebut, Feby merilis buku '69 Things to be Grateful About Being Single' yang mengungkapkan asyiknya berstatus lajang. Buku yang berkolaborasi dengan ilustrator Emte itu memuat 69 pointer atau tentang hidup lajang serta ilustrasi yang cantik

10. Cyntha Hariadi


Sukses dengan buku kumpulan puisi 'Ibu Mendulang Anak Berlari' yang menjadi pemenang III Sayembara Manuskrip Buku Puisi DKJ 2015, Cyntha Hariadi kembali menelurkan sebuah karya. Buku kumpulan cerpen berjudul 'Manifesto Flora' itu diterbitkan di ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) 2017. 

Sebelumnya nama Cyntha Hariadi juga pernah masuk nominasi 5 besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2016.[]

Sumber: detik.com

Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates