Ketika Perusahaan Tembakau Terkenal Buat Iklan Antirokok

ilustrasi anti rokok | ist
London - Perusahaan tembakau PhilipMorris telah menempatkan iklan di sejumlah surat kabar Inggris berisi kampanye antirokok.

Dalam iklan tersebut, pemilik merek Marlboro itu menaruh kalimat, "Resolusi Tahun Baru Kami: kami mencoba berhenti merokok".

Perusahaan tersebut juga telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Theresa May untuk meminta izin mencetak informasi pada kemasan rokok mengenai cara berhenti merokok dan beralih ke produk alternatif.

Bahkan, untuk mengembangkan produk alternatif rokok, Philip Morris mengklaim telah menghabiskan 2,5 miliar poundsterling atau hampir setara dengan Rp46 triliun.

Disebutkan Philip Morris, hal itu dilakukan demi mencapai "masa depan bebas rokok".

Menanggapi langkah perusahaan tembakau ini, lembaga pengkampanye antirokok menilai tindakan tersebut tak lebih dari sekedar "taktik" menarik simpati masyarakat.

BBC juga bertanya mengapa Philip Morris tidak berhenti memproduksi rokok dan beralih ke produk alternatif jika memang bersikap antirokok?

Juru bicara perusahaan itu mengatakan, "Kami mencoba bebas rokok secepat mungkin. Jika kami berhenti menjual rokok besok, perusahaan lain akan menggantikan kami."

"Di Inggris, perokok paham betul bahaya merokok tapi yang mereka inginkan adalah informasi tambahan mengenai pilihan-pilihan untuk berhenti merokok atau beralih."

'Bebas rokok'

Di Inggris, Philip Morris memasarkan sejumlah produk alternatif selain rokok, seperti Iqos yaitu produk tembakau yang dipanaskan.

Perusahaan itu juga menjual berbagai merek rokok elektrik, termasuk Nicocig, Vivid, dan Mesh.

"Kami meyakini bahwa kami punya peran penting dalam membantu Inggris bebas rokok," kata Peter Nixon, direktur pelaksana Philip Morris di Inggris.

"Komitmen yang diumumkan hari ini merupakan langkah-langkah praktis yang bisa mempercepat mencapai tujuan. Kami menyadari bahwa jangan pernah merokok, atau berhenti merokok, merupakan pilihan terbaik."

"Tapi bagi mereka yang lanjut merokok, ada lebih banyak pilihan di Inggris."

Bagaimanapun, komitmen yang dinyatakan Philip Morris untuk menciptakan 'bebas rokok' dengan, antara lain, menawarkan sokongan kepada lembaga kampanye antirokok, dikritik Deborah Arnott, direktur eksekutif lembaga amal Action on Smoking and Health.

"Sebagaimana yang diketahui Philip Morris, pemerintah tidak membolehkan menerima 'sumbangan' dari industri tembakau," ujarnya.

"Ini menunjukkan industri rokok punya uang untuk dibakar. Ketimbang menyumbang, seharusnya mereka dipaksa memberi lebih banyak keuntungan besar mereka."

Pada Juli 2017, pemerintah menerapkan rencana untuk menciptakan bebas rokok dalam beberapa dekade mendatang.

Rencana itu menargetkan jumlah populasi yang merokok dipangkas dari 15,5% menjadi 12% pada 2022.[]

sumber: detik.com
Komentar Anda Disini!
Diberdayakan oleh Blogger.
Sora Templates